Analisis Tantangan Digitalisasi dalam Mengembangkan Pendidikan Islam Modern: Disrupsi Epistemologis, Kesenjangan Infrastruktur, dan Ketahanan Moral

Authors

  • Andre Fazarianto , Feby Yuvi Cintasyah, Indra Satia Pohan Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Author

Keywords:

Digitalisasi, Pendidikan Islam Modern, Tantangan Infrastruktur, Degradasi Moral, Sanad Keilmuan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif berbagai tantangan fundamental yang dihadapi oleh institusi pendidikan Islam (madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam) dalam mengadaptasi arus digitalisasi di era modern. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, kajian ini membedah ragam rintangan yang tidak hanya bersifat teknis-infrastruktural, tetapi juga menyentuh dimensi filosofis dan etis. Hasil penelitian mendemonstrasikan bahwa proses digitalisasi pendidikan Islam dihadapkan pada empat tantangan utama: (1) kesenjangan infrastruktur digital (digital divide) antara wilayah urban dan rural; (2) rendahnya kompetensi literasi digital di kalangan tenaga pendidik (digital immigrants); (3) ancaman degradasi moral akibat kebebasan akses informasi tanpa filter; serta (4) terjadinya disrupsi epistemologis yang mengancam otoritas sanad keilmuan akibat maraknya fenomena belajar agama instan melalui mesin pencari dan media sosial. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa digitalisasi adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, institusi pendidikan Islam dituntut untuk merumuskan regulasi yang asertif, meningkatkan kapasitas pendidik, dan merevitalisasi nilai-nilai keteladanan (uswah hasanah) agar teknologi berfungsi sebagai instrumen penguat peradaban Islam, bukan sebagai agen sekularisasi yang mendisrupsi akar moral peserta didik

References

Amin, A. (2024). Etika pedagogis, kreativitas guru, dan metodologi pembelajaran agama Islam di era digital. Pustaka Pelajar.

Azra, A. (2021). Pendidikan Islam: Tradisi, pembentukan karakter, dan respons institusional terhadap disrupsi teknologi. Kencana.

Budiman, A. (2022). Manajemen kelas digital, kebijakan sekolah, dan adaptasi guru milenial. Alfabeta.

Cahyono, E. (2023). Psikologi pendidikan Islam: Mengurai krisis identitas, kecanduan gawai, dan moralitas siber. Bumi Aksara.

Darmawan, R. (2024). Dinamika kebijakan pendidikan, regulasi makro infrastruktur, dan perencanaan strategis lembaga Islam. Rajawali Pers.

Fadillah, M. (2023). Desain metode, standarisasi etika, dan mitigasi risiko media pembelajaran PAI. Ar-Ruzz Media.

Gunawan, H. (2022). Manajemen pembiayaan pendidikan, perawatan infrastruktur jaringan, dan tata kelola madrasah. Andi Offset.

Lestari, P. (2022). Sosiologi pendidikan dasar: Kebijakan literasi teknologi dan adaptasi sosial di pesantren modern. Kencana.

Mulyasa, E. (2022). Manajemen pendidikan karakter, kebijakan SDM, dan kompetensi literasi digital pendidik. Bumi Aksara.

Nizar, S. (2024). Dinamika metodologi pendidikan Islam, epistemologi keilmuan, dan pergeseran otoritas ulama. Kencana.

Sanjaya, W. (2023). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan dan pemanfaatan perangkat digital beretika. Kencana Prenada Media Group.

Syah, M. (2023). Psikologi pendidikan anak dengan pendekatan kognitif dan mitigasi ancaman teknologi hedonis. PT Remaja Rosdakarya.

Tafsir, A. (2024). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam, konsep sanad, dan pemeliharaan adab menuntut ilmu. PT Remaja Rosdakarya.

Published

2026-10-23

How to Cite

Analisis Tantangan Digitalisasi dalam Mengembangkan Pendidikan Islam Modern: Disrupsi Epistemologis, Kesenjangan Infrastruktur, dan Ketahanan Moral. (2026). Al-Maidah Journal of Islamic Education, 2(02). https://jurnal.almaidah.or.id/index.php/TARBIYAH/article/view/885