Optimalisasi Kerja Sama untuk Penguatan Kinerja Ekspor Crude Palm Oil pada Fluktuasi Sistem Moneter Global di Kabupaten Langkat
Kata Kunci:
kerja sama internasional, ekspor, Crude Palm Oil (CPO), sistem moneter global, LangkatAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi kerja sama sebagai strategi dalam memperkuat kinerja ekspor Crude Palm Oil (CPO) di tengah fluktuasi sistem moneter global, dengan fokus pada Kabupaten Langkat sebagai daerah penghasil kelapa sawit yang penting di Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, analisis dokumen kebijakan, laporan lembaga terkait, serta literatur akademik yang membahas dinamika ekspor komoditas, hubungan kerja sama internasional, dan perubahan moneter global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama, baik melalui perjanjian dagang bilateral maupun partisipasi Indonesia dalam forum regional dan multilateral, berkontribusi dalam menjaga stabilitas arus ekspor, memperluas akses pasar, dan mengurangi risiko akibat ketidakpastian nilai tukar. Di tingkat daerah, optimalisasi peran pemerintah melalui pembinaan pelaku usaha, peningkatan kualitas produksi, dan penerapan standar keberlanjutan turut memperkuat daya saing CPO Langkat di pasar global. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara diplomasi ekonomi, kebijakan moneter nasional, serta kesiapan pelaku usaha lokal merupakan faktor kunci dalam mempertahankan performa ekspor CPO di tengah dinamika moneter global yang terus berubah.
Referensi
Bayne, N., & Woolcock, S. (2017). The New Economic Diplomacy: Decision-Making and Negotiation in International Economic Relations (4th ed.). London: Routledge.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia: Ekspor Menurut Komoditas dan Negara Tujuan 2023. Jakarta: BPS RI.
Bank Indonesia. (2024). Laporan Perekonomian Indonesia 2024. Jakarta: Bank Indonesia.
Dunning, J. H. (1993). Multinational Enterprises and the Global Economy. Wokingham: Addison-Wesley.
Harahap, M., & Lubis, A. (2023). Pengaruh fluktuasi nilai tukar terhadap volume ekspor CPO di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Tropika, 8(2), 112–124.
Hadi, M., & Rahman, T. (2023). Dampak kebijakan moneter global terhadap ekspor komoditas utama Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(4), 301–312.
Kurniawan, F., & Hartati, L. (2022). Peran kerja sama internasional dalam memperkuat ekspor sektor perkebunan Indonesia. Jurnal Ekonomi Internasional dan Pembangunan, 7(2), 75–89.
Krugman, P. R., & Obstfeld, M. (2018). International Economics: Theory and Policy (11th ed.). New York: Pearson.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). (2024). RSPO Impact Report 2024: Advancing Sustainable Palm Oil Production. Kuala Lumpur: RSPO Secretariat.
Rahmah, L., & Syahputra, F. (2025). Tantangan dan peluang ekspor CPO Indonesia dalam era ekonomi hijau global. Jurnal Perdagangan dan Diplomasi Ekonomi, 4(1), 90–104.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sari, D. R., & Puspitasari, N. (2022). Diplomasi ekonomi Indonesia melalui kerja sama perdagangan internasional di sektor kelapa sawit. Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 9(1), 45–59.Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2024). Laporan Kinerja Ekspor Produk Kelapa Sawit Indonesia 2024. Jakarta: Kementerian Perdagangan RI.
Simanjuntak, T., & Nasution, H. (2024). Strategi perusahaan CPO menghadapi fluktuasi moneter global: Studi kasus di Sumatera Utara. Jurnal Manajemen dan Bisnis Nusantara, 11(3), 210–222.
Sitohang, R., & Pane, J. (2021). Pengaruh stabilitas nilai tukar terhadap kinerja ekspor di sektor pertanian. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(1), 55–68.
Wulandari, E., & Sitompul, D. (2025). Implementasi sertifikasi ISPO dan RSPO terhadap peningkatan daya saing ekspor CPO Indonesia. Jurnal Agribisnis Berkelanjutan, 5(1), 33–48.
World Bank. (2023). Global Economic Prospects: Coping with Monetary Tightening. Washington, D.C.: The World Bank Group.