Bermain dan Perkembangan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini
Kata Kunci:
anak usia dini; bermain; keterampilan sosial; permainan tradisional; bermain peran.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kegiatan bermain dalam mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis enam jurnal relevan yang membahas hubungan antara bermain, bermain peran, dan permainan tradisional terhadap kemampuan sosial anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan bermain, baik dalam bentuk bermain peran maupun permainan tradisional, berkontribusi signifikan terhadap perkembangan keterampilan sosial anak, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berbagi, dan mengendalikan emosi. Bermain juga menjadi sarana anak belajar empati dan tanggung jawab sosial dalam lingkungan kelompok. Oleh karena itu, kegiatan bermain perlu diintegrasikan secara terencana dalam pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini sebagai strategi pengembangan sosial yang efektif
Referensi
Aulina, C. N. (2015). Pengaruh bermain peran terhadap kemampuan sosial anak usia dini. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v4i1.46
Bodrova, E., & Leong, D. J. (2019). Tools of the Mind: The Vygotskian Approach to Early Childhood Education (3rd ed.). Pearson Education.
Fleer, M. (2018). Digital Play: When Technology Becomes Child’s Play. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781108325217
Ginsburg, K. R. (2007). The importance of play in promoting healthy child development and maintaining strong parent-child bonds. Pediatrics, 119(1), 182–191. https://doi.org/10.1542/peds.2006-2697
Hurlock, E. B. (1997). Child Development (6th ed.). McGraw-Hill.
Istianti, T. (2015). Pengembangan keterampilan sosial untuk membentuk perilaku sosial anak usia dini. Cakrawala Dini, 5(1), 32–38. https://doi.org/10.17509/cd.v5i1.345
Kemple, K. M., Oh, J., & Kenney, S. (2016). The power of play: Supporting social–emotional development in early childhood education. Early Childhood Research & Practice, 18(2), 45–57. https://doi.org/10.1080/1475939X.2016.1261458
Laely, N. (2017). Permainan tradisional untuk meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini di PAUD Nusantara. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 12–19. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i1.7
Nurhusnaina, I., Santika, P. P., Lubis, P. W., & Jannah, T. R. (2024). Peran bermain dalam meningkatkan kemampuan sosial anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Nusantara, 4(2), 211–225. https://doi.org/10.31004/jpaudn.v4i2.1125
Pertiwi, K. E., & Oktaviana, A. (2025). Peran permainan tradisional dalam mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini. JIEEC: Journal of Islamic Education for Early Childhood, 7(2), 1–12. https://doi.org/10.30587/jieec.v7i2.10026
Piaget, J. (1962). Play, Dreams, and Imitation in Childhood. Norton.
Putri, D., & Nurdiana, F. (2021). Pengaruh kegiatan bermain terhadap konsep diri dan keterampilan sosial anak prasekolah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1475–1488. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.900
Santrock, J. W. (2018). Life-Span Development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Smits-van der Nat, A., van der Veen, C., & van Oers, B. (2024). The value of pretend play for social competence in early childhood: A meta-analysis. Educational Review, 76(3), 327–350. https://doi.org/10.1007/s10648-024-09884-z
Taharuddin, M. (2022). Model pembelajaran berbasis bermain dalam meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3456–3465. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.1887
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Whitebread, D., Basilio, M., Kuvalja, M., & Verma, M. (2017). The role of play in children’s development: A review of the evidence. University of Cambridge. https://cms.learningthroughplay.com/media/esriqz2x/role-of-play-in-childrens-development-review_web.pdf