Perbandingan Pendekatan Konseling Humanistik Dan Kognitif Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Emosional Siswa Sekolah Menengah Atas
Keywords:
Konseling humanistic; konseling kognitif; kesejahteraan emosionalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pendekatan konseling humanistik dan kognitif dalam meningkatkan kesejahteraan emosional siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kesejahteraan emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja yang berperan besar terhadap prestasi akademik, penyesuaian sosial, dan kesehatan mental. Pendekatan humanistik menekankan pada pengembangan potensi diri melalui hubungan konseling yang empatik, penerimaan tanpa syarat, dan keaslian konselor, sedangkan pendekatan kognitif berfokus pada restrukturisasi pola pikir negatif yang memengaruhi emosi dan perilaku. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, jurnal, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik lebih efektif dalam membangun penerimaan diri, rasa percaya diri, dan kesadaran emosional, sedangkan pendekatan kognitif lebih unggul dalam membantu siswa mengatasi kecemasan, stres akademik, dan distorsi berpikir. Meskipun keduanya memiliki keunggulan masing-masing, kombinasi kedua pendekatan dapat menghasilkan hasil yang lebih optimal dalam meningkatkan kesejahteraan emosional siswa SMA. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru bimbingan dan konseling dalam memilih strategi intervensi yang sesuai dengan kebutuhan emosional siswa di sekolah
References
Asrohah, H. (2020). Otonomi Manajemen Pendidikan di Madrasah dan Sekolah Umum: Analisis Komparatif Implementasi MBS. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(2), 145–158.
Afdal, A., Alizamar, A., & Syahniar, S. (2023). Efektivitas konseling kognitif perilaku untuk mengurangi kecemasan siswa SMA dalam menghadapi ujian. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.29210/129500
Amti, E., & Marjohan, M. (2020). Penerapan konseling humanistik untuk meningkatkan self-acceptance siswa sekolah menengah atas. Jurnal Neo-Konseling, 2(1), 1–7. https://doi.org/10.24036/00254kons2020
Azizah, N., & Hidayati, N. (2020). Kesejahteraan emosional pada remaja: Perspektif psikologi positif. Jurnal Psikologi Integratif, 7(2), 165–184. https://doi.org/10.14421/jpsi.v7i2.1762
Farozin, M., & Kartika, A. (2024). Peran konseling kognitif behavioral dalam mengatasi stres akademik siswa SMA. Jurnal Fokus Konseling, 4(2), 150–161. https://doi.org/10.26638/jfk.542.2099
Fitriani, A., & Hidayah, N. (2020). Implementasi pendekatan person-centered counseling untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 9(1), 24–31. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk
Handayani, S., & Nurihsan, J. (2023). Efektivitas layanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kesejahteraan emosional siswa. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 221–232. https://doi.org/10.15575/psy.v6i2.5309
Hapsari, I. I., & Taqwa, R. (2020). Konseling kognitif behavioral untuk menangani depresi pada remaja. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 6(4), 256–268. http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/fipbk
Hasanah, U., & Rahmawati, H. (2020). Pendekatan humanistik dalam konseling: Aplikasi untuk pengembangan diri remaja. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(1), 53–64. https://doi.org/10.25273/counsellia.v9i1.3824
Kurnanto, M. E., & Aswandi, A. (2022). Efikasi konseling realitas dan konseling kognitif perilaku terhadap peningkatan konsep diri akademik siswa. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 3(4), 139–147. http://dx.doi.org/10.17977/um001v3i42018p139
Mariya, S., & Kurniawan, I. N. (2021). Kesejahteraan emosional siswa sekolah menengah: Tantangan dan strategi intervensi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(1), 42–52. https://doi.org/10.26858/jpkk.v7i1.19874
Mulyati, T., & Setiawati, D. (2020). Teknik restrukturisasi kognitif untuk mengatasi kecemasan sosial pada siswa SMA. Prophetic: Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal, 3(1), 35–48. https://doi.org/10.24235/prophetic.v3i1.6254
Nurihsan, A. J., & Yusuf, S. (2025). Landasan bimbingan dan konseling humanistik dalam setting pendidikan Indonesia. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(2), 68–76. https://doi.org/10.29210/120182299
Prayitno, P., & Khairani, M. (2024). Konseling kognitif behavioral dalam meningkatkan self-efficacy akademik siswa. Jurnal Ilmiah Counseling Education, 3(2), 45–54. http://journal.konselor.or.id/index.php/jkbk
Putra, S. (2019). Efektifitas Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Sikap Kedisiplinan Siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 4(1), 493-500. Https://Doi.Org/10.32696/Jp2sh.V4i1.273
Rachmahana, R. S., & Andriyani, J. (2021). Perbandingan efektivitas pendekatan konseling dalam meningkatkan psychological well-being remaja. Gadjah Mada Journal of Psychology, 7(1), 48–62. https://doi.org/10.22146/gamajop.60184
Safitri, M., & Yuniarti, K. W. (2020). Kesejahteraan emosional dan prestasi akademik pada siswa sekolah menengah. Jurnal Psikologi Integratif, 7(1), 63–78. https://doi.org/10.14421/jpsi.v7i1.1654
Sari, D. P., & Supriyono, Y. (2020). Implementasi konseling person-centered untuk meningkatkan penerimaan diri siswa SMA. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 6(3), 88–96. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/AN-NUR
Winkel, W. S., & Hastuti, M. M. S. (2021). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan: Pendekatan teoretis dan praktis. Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 3(2), 112–124. https://doi.org/10.17977/um027v3i22018p112