Dinamika Peradaban Utsmaniyah: Integrasi Perdagangan, Wakaf Tunai, dan Kelembagaan Sosial-Ekonomi dalam Konteks Menuju Modernisasi

Penulis

  • Ridha Khusnul Adzira, Nalya Fitria Br. Sitepu, Hendra Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Autor/in

Kata Kunci:

Peradaban Utsmaniyah, Perdagangan, Wakaf Tunai, Kelembagaan Sosial-Ekonomi, Modernisasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif dinamika peradaban ekonomi Kesultanan Utsmaniyah, dengan fokus pada jaringan perdagangan, kelembagaan sosial-ekonomi, inovasi wakaf tunai, dan konteks transformasinya menuju era modernisasi. Sebagai imperium global yang membentang di tiga benua, Utsmaniyah membangun tata kelola ekonomi yang sangat unik dan tangguh selama berabad-abad. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis telaah studi kepustakaan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem gilda (lonca) dan kebijakan penyediaan barang (iaşecilik) sukses menopang stabilitas perdagangan domestik. Selain itu, praktik wakaf tunai (cash waqf) terbukti memainkan peran krusial sebagai embrio perbankan mikro yang menyediakan fasilitas kredit bagi masyarakat. Kesimpulannya, desakan kapitalisme global pada akhirnya memaksa Utsmaniyah merombak kelembagaan tradisionalnya melalui reformasi Tanzimat, sebagai wujud adaptasi rasional peradaban Islam dalam merespons tantangan modernisasi ekonomi dunia

Referensi

Acemoglu, D., & Robinson, J. A. (2012). Why nations fail: The origins of power, prosperity, and poverty. Crown Publishers.

Agoston, G., & Masters, B. (2009). Encyclopedia of the Ottoman empire. Facts on File.

Bulut, M. (2009). The role of the Ottomans and Dutch in the commercial integration between the Levant and Atlantic in the seventeenth century. Journal of the Economic and Social History of the Orient, 52(3), 427–455.

Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspective. The Islamic Foundation.

Cizakca, M. (1996). A comparative evolution of business partnerships: The Islamic world and Europe, with specific reference to the Ottoman archives. Brill.

Cizakca, M. (2000). A history of philanthropic foundations: The Islamic world from the seventh century to the present. Bogazici University Press.

Faroqhi, S. (1994). Crisis and change, 1590–1699. In H. Inalcik & D. Quataert (Eds.), An economic and social history of the Ottoman empire, 1300–1914 (pp. 411–636). Cambridge University Press.

Inalcik, H. (1994). The Ottoman empire: The classical age 1300–1600. Phoenix Press.

Karim, A. A. (2010). Sejarah pemikiran ekonomi Islam. Rajawali Pers.

Lapidus, I. M. (2014). A history of Islamic societies. Cambridge University Press.

Mandaville, J. E. (1979). Usurious piety: The cash waqf controversy in the Ottoman empire. International Journal of Middle East Studies, 10(3), 289–308.

Pamuk, S. (2000). A monetary history of the Ottoman empire. Cambridge University Press.

Pamuk, S. (2004). Institutional change and the longevity of the Ottoman empire, 1500–1800. The Journal of Interdisciplinary History, 35(2), 225–247.

Quataert, D. (2005). The Ottoman empire, 1700–1922. Cambridge University Press.

Zarinebaf, F. (2011). Crime and punishment in Istanbul: 1700–1800. University of California Press.

Unduhan

Diterbitkan

26-10-2026

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Dinamika Peradaban Utsmaniyah: Integrasi Perdagangan, Wakaf Tunai, dan Kelembagaan Sosial-Ekonomi dalam Konteks Menuju Modernisasi. (2026). An-Najah: Journal of Islamic Economics, 2(02). https://jurnal.almaidah.or.id/index.php/JNIE/article/view/909