Strategi Pengembangan Industri Rumahan Tempe Di Desa Jaharun A Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang
Kata Kunci:
strategi pengembangan; Industri tempe; Desa Jaharun AAbstrak
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu bentuk UMKM yang berkembang di pedesaan adalah industri rumahan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi, permasalahan, serta strategi pengembangan industri tempe di Desa Jaharun A, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri tempe di Desa Jaharun A berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. Kekuatan utama usaha ini terletak pada stabilnya permintaan pasar dan proses produksi yang sederhana. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan modal, kurangnya pengetahuan manajerial, dan minimnya inovasi produk. Peluang pengembangan dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan inovasi produk dan kemasan, serta menjaga kualitas dan kebersihan produk. Keberhasilan pengembangan industri tempe membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, pemerintah desa, dan lembaga keuangan agar tercipta ekosistem usaha yang berkelanjutan
Referensi
Astuti, S. (2021). “Potensi Produk Pangan Tradisional dalam Pengembangan UMKM Pangan Lokal.” Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 13(2), 45–53.
David, F. R. (2017). Strategic Management: Concepts and Cases. New Jersey: Pearson Education.
Erlanda, Y., & Ilman, G. M. (2024). Otimalisasi potensi ekonomi lokal: Strategi penguatan dan implikasi positif peran UMKM Kelurahan Made, Kota Surabaya. Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara, 2(2), Juni 2024.
Fakultas Pertanian. Institut Pertaniaan Bogor.
Firdaus, Z., Surya, E. P., Imami, U. F. N., Aruna, A., & Setiawan, D. (n.d.). Pelatihan dan Inkubasi SDM Kampung Industri Tempe Sanan: Strategi Pengembangan Produk Tempe Multirasa.
Harisudin, M. (2013). Pemetaan dan strategi pengembangan agroindustri tempe di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 23(2), 120–128.
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2022). Profil Industri Pengolahan Pangan Nasional. Jakarta: Kemenperin.
Khumaera, N. I. (2020). Strategi pengembangan UMKM berbasis pangan lokal di Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara. Berkala Ilmiah Agribisnis AGRIDEVINA, 9(1).
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). New Jersey: Pearson Education.
Oktaviani, T. K. (2018). Analisis strategi pemasaran usaha kecil pengrajin tempe (Studi Kasus: Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang) [Skripsi, Universitas Medan Area].
Sari. 2002. Analisis efesiensi dan pendapatan pengerajin tempe anggota KOPTI. Skripsi
Suryani, D. (2020). “Tempe Sebagai Produk Pangan Fungsional Khas Indonesia.” Jurnal Pangan dan Gizi, 17(1), 1–8.
Tambunan, T. (2019). Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia: Isu-isu Penting. Jakarta: LP3ES.
Tefu, U. Y., Salean, D. Y., Kurniawati, M., & Amtiran, P. Y. (2024). Analisis SWOT dalam menentukan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing pada usaha home industry Tempe Sukabi di Kabupaten Malaka. Glory: Jurnal Ekonomi & Ilmu Sosial.
UNESCO. (2021). Tempe, Indonesian Traditional Fermented Soybean Food: Intangible Cultural Heritage Nomination File. Paris: UNESCO.
Widawati, E., & Gastri, A. (2021). Strategi pengembangan diferensiasi produk bagi pelaku UMKM tahu dan tempe untuk ketahanan pangan pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Mitra Manajemen, 5(8), 561–567.