IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FISKAL ISLAM PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN: PENGELOLAAN ZAKAT, BAITUL MAL, DAN DISTRIBUSI HARTA
Keywords:
kebijakan fiskal Islam; Khulafaur Rasyidin; Baitul Mal; zakat; distribusi hartaAbstract
Artikel ini membahas pelaksanaan kebijakan fiskal Islam pada masa Khulafaur Rasyidin dengan menitikberatkan pada pengelolaan zakat, perkembangan Baitul Mal, sumber penerimaan publik, dan distribusi harta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah literatur sejarah ekonomi Islam, artikel ilmiah, sumber normatif Al-Qur’an, serta regulasi pengelolaan zakat di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal pada masa empat khalifah tidak berlangsung dalam bentuk yang seragam, melainkan menyesuaikan perubahan wilayah, kapasitas administrasi, dan situasi politik. Abu Bakar menekankan keberlanjutan kewajiban zakat dan konsolidasi pemerintahan; Umar bin Khattab memperkuat administrasi penerimaan serta distribusi melalui pencatatan diwan dan pengelolaan tanah; Utsman bin Affan memerintah dalam wilayah yang luas sehingga koordinasi pusat-daerah menjadi penting; sedangkan Ali bin Abi Thalib menghadapi keterbatasan akibat konflik internal. Zakat mempunyai sasaran penerima khusus berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60, sementara penerimaan lain seperti kharaj, jizyah, fai’, dan ghanimah memiliki dasar dan aturan penggunaan berbeda. Kajian ini menyimpulkan bahwa pelajaran utama dari periode tersebut bukanlah menyalin institusi klasik secara langsung, melainkan mengambil prinsip amanah, keadilan distribusi, pencatatan, pengawasan, dan pertanggungjawaban untuk memperkuat tata kelola keuangan sosial Islam masa kini
References
Al-Qur’an al-Karim.
Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspective. The Islamic Foundation.
Islahi, A. A. (1988). Economic concepts of Ibn Taimiyah. The Islamic Foundation.
Kahf, M. (1999). Principles of Islamic public finance: A survey. Journal of King Abdulaziz University: Islamic Economics, 11(1), 19–38.
Karim, A. A. (2014). Ekonomi mikro Islam (Edisi ke-5). Rajawali Pers.
Khorshid, A. (2004). Islamic money and banking: Integrating Islamic financial theory with modern practice. I.B. Tauris.
Maarif, M. A., & Firdausiyah, V. (2019). Baitul Mal pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Al-Rashidin. Asy-Syari’ah: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 137–150. https://doi.org/10.55210/assyariah.v5i2.118
Mannan, M. A. (1986). Islamic economics: Theory and practice. Hodder and Stoughton.
Naqvi, S. N. H. (1994). Islam, economics, and society. Kegan Paul International.
Rahma, A., & Imawan, D. H. (2025). Penerapan kebijakan fiskal pada masa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab: Analisis historis dan implikasinya dalam ekonomi Islam. ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab, 6(1), 51–60. https://doi.org/10.20885/abhats.vol6.iss1.art5
Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Re publik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39267/uu-no-23-tahun-2011
Saessatya, Z., & Atmanti, H. D. (2025). The influence of productive zakat on poverty alleviation in Indonesia. Adzkiya: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah, 13(2), 35–54. https://doi.org/10.32332/vj6dex21
Shalihah, B. M. (2021). Sistem ekonomi dan fiskal pada masa pemerintahan al-Khulafa al-Rasyidun (632–661 M). Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains, 10(1), 33–41. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v10i1.7955
Siddiqi, M. N. (1996). Role of the state in the economy: An Islamic perspective. The Islamic Foundation.
Supriatna, S., & Jubaedah, D. (2020). Kebijakan fiskal masa al-Khilafah al-Islamiyah, Asy-Syari’ah, 22(2), 291–312. https://doi.org/10.15575/as.v22i2.9116
Zarqa, M. A. (1997). Islamic distributive schemes. Dalam M. A. Mannan (Ed.), Institutional framework of Zakah: Dimension and implications (hlm. 163–201). Islamic Research and Training Institute (IRTI).