PENGARUH PERMAINAN GERAK DAN SENAM TERHADAP KEBUGARAN JASMANI ANAK USIA DINI
Kata Kunci:
permainan gerak, senam, kebugaran jasmani, anak usia diniAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan gerak dan senam terhadap kebugaran jasmani anak usia dini. Kebugaran jasmani merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak karena berkaitan dengan kesehatan, kemampuan motorik, serta aktivitas fisik sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen sederhana. Subjek penelitian adalah anak usia dini pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi selama kegiatan permainan gerak dan senam berlangsung. Kegiatan permainan gerak dan senam dilaksanakan secara rutin dengan berbagai variasi gerakan yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan gerak dan senam memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kebugaran jasmani anak. Anak menjadi lebih aktif bergerak, memiliki koordinasi tubuh yang lebih baik, serta menunjukkan peningkatan keseimbangan, kelincahan, dan daya tahan tubuh. Selain itu, kegiatan tersebut juga mampu meningkatkan semangat dan antusias anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan gerak dan senam merupakan kegiatan yang efektif untuk mendukung perkembangan fisik dan kebugaran jasmani anak usia dini sehingga perlu diterapkan secara rutin dalam kegiatan pembelajaran di PAUD
Referensi
Aisyah, S. (2021). Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.
Amalia, R. (2022). Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Perkembangan Motorik Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 5(2), 120–128.
Arikunto, S. (2021). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Fauziah, N. (2021). Stimulasi Aktivitas Gerak dalam Meningkatkan Kebugaran Jasmani Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 45–53.
Fitriani, D. (2022). Pentingnya Aktivitas Fisik bagi Kesehatan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Anak, 4(1), 33–40.
Hasanah, U. (2023). Pengembangan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Gerak. Jurnal PAUD Nusantara, 7(2), 88–97.
Hurlock, E. B. (2020). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Khadijah. (2021). Pendidikan Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing.
Lestari, P. (2022). Pembelajaran Menyenangkan dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 6(2), 102–110.
Moleong, L. J. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa. (2020). Manajemen PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurhayati, S. (2023). Pengaruh Senam terhadap Kebugaran Jasmani Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Indonesia, 5(3), 150–160.
Pratiwi, A. (2023). Dampak Pembelajaran Akademik terhadap Aktivitas Fisik Anak Usia Dini. Jurnal Edukasi Anak, 3(1), 67–75.
Rahmawati, I. (2022). Senam Anak Usia Dini dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar. Jurnal Pendidikan Jasmani Anak, 4(2), 55–63.
Riduwan. (2021). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Santoso, H. (2021). Pentingnya Kebugaran Jasmani bagi Anak Usia Dini. Jurnal Kesehatan dan Pendidikan, 2(1), 25–34.
Sudjana. (2020). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujiono, Y. N. (2021). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.
Sumantri. (2019). Model Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.
Susanto, A. (2020). Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Suyadi. (2021). Psikologi Belajar PAUD. Yogyakarta: Pedagogia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wiyani, N. A. (2022). Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Gava Media.