Ijtihad, Ittiba’, dan Taqlid dalam Ushul Fiqh: Analisis Konseptual dan Implikasinya terhadap Penetapan Hukum Islam

Penulis

  • Andriana Alnazhira Chandra Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Penulis
  • Selfi andriani Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Penulis
  • Suci Dwi Utami Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Penulis
  • Wulandari Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Penulis
  • Elsa Claudia Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Penulis
  • Muhammad risky Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Penulis
  • zacky fernanda Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Penulis

Kata Kunci:

Ijtihad, Ittiba’, Taqlid, Ushul Fiqh, Hukum Islam

Abstrak

Ijtihad, ittiba’, dan taqlid merupakan tiga konsep fundamental dalam ushul fiqh yang memiliki peran strategis dalam proses penetapan hukum Islam. Ketiganya mencerminkan metode dan tingkat kemampuan seorang muslim—baik ulama maupun awam—dalam memahami dan mengamalkan hukum syariat. Perkembangan zaman yang ditandai dengan kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, dan teknologi menuntut pemahaman yang proporsional terhadap ketiga konsep tersebut agar hukum Islam tetap relevan tanpa kehilangan otoritas normatifnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep ijtihad, ittiba’, dan taqlid secara komprehensif dari perspektif ushul fiqh serta mengkaji implikasinya terhadap mekanisme penetapan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap kitab klasik ushul fiqh dan literatur kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa ijtihad merupakan metode utama dalam pengembangan hukum Islam bagi mereka yang memenuhi kualifikasi, sementara ittiba’ berfungsi sebagai jalan moderat yang berlandaskan dalil, dan taqlid menjadi solusi praktis bagi masyarakat awam. Ketiga konsep ini tidak bersifat kontradiktif, melainkan saling melengkapi dalam menjaga kesinambungan dan dinamika hukum Islam. Dengan pemahaman yang tepat, ijtihad, ittiba’, dan taqlid dapat menjadi fondasi metodologis dalam menjawab tantangan hukum Islam di era modern

Referensi

Al-Amidi, A. H. (2003). Al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Ghazali, A. H. (1997). Al-Mustashfa min ‘Ilm al-Ushul. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Qaradawi, Y. (2014). Ijtihad dalam Syariat Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Hallaq, W. B. (2009). An Introduction to Islamic Law. Cambridge: Cambridge University Press.

Kamali, M. H. (2003). Principles of Islamic Jurisprudence. Kuala Lumpur: Ilmiah Publishers.

Khallaf, A. W. (2003). Ilmu Ushul al-Fiqh. Kairo: Dar al-Qalam.

Rahman, F. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Zahrah, M. A. (1994). Ushul al-Fiqh. Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30