ANALISIS PENERAPAN KONSEP MULTI AKAD DALAM PRODUK PEMBIAYAAN DI PEGADAIAN SYARIAH
Kata Kunci:
Multi Akad, Hybrid Contract, Pegadaian Syariah, Rahn, Murabahah, Ijarah, Fatwa DSN-MUI, Maqashid Al-SyariahAbstrak
Perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia mendorong lembaga keuangan syariah untuk menghadirkan produk-produk inovatif yang mampu memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat modern tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Islam. Salah satu inovasi yang paling signifikan dalam konteks ini adalah penerapan konsep multi akad atau hybrid contract, yakni mekanisme penggabungan dua atau lebih akad syariah dalam satu kesatuan transaksi yang utuh dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep multi akad dalam produk pembiayaan Pegadaian Syariah, mengidentifikasi bentuk-bentuk penggabungan akad yang digunakan, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan ketentuan Fatwa DSN-MUI yang berlaku sebagai standar kepatuhan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) melalui metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap praktik operasional Pegadaian Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pegadaian Syariah mengimplementasikan skema multi akad melalui pengintegrasian tiga akad utama secara simultan, yakni akad rahn sebagai akad penjaminan, akad murabahah sebagai akad penetapan keuntungan, dan akad ijarah sebagai akad sewa jasa pemeliharaan barang jaminan. Penerapan ketiga akad tersebut dilaksanakan secara terpisah namun dalam satu kesatuan kontrak yang utuh, dengan mengacu pada Fatwa DSN-MUI No. 4 Tahun 2000 tentang Murabahah, Fatwa DSN-MUI No. 25 Tahun 2002 tentang Rahn, dan Fatwa DSN-MUI No. 9 Tahun 2000 tentang Pembiayaan Ijarah sebagai landasan normatif yang mengikat
Referensi
Ahmed, H., & Chapra, M. U. (2002). Corporate governance in Islamic financial institution (occasional paper) (No. 93). The Islamic Research and Teaching Institute (IRTI).
Antonio, M. S. I. (2001). Bank Syariah: dari teori ke praktik. Gema Insani.
Arifkan, M. (2021). Penerapan Multi Akad Dalam Kontrak Gadai Di Pegadaian Syariah Sampang Madura. Fintech: Journal of Islamic Finance, 2(2).
DSN-MUI. (2000). Fatwa No. 4/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah Majelis Ulama Indonesia.
DSN-MUI. (2004).Fatwa No. 43/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Ta'widh. Majelis Ulama Indonesia.
Fahrunisa, I., & Nafisah, B. (2023). Analisis fatwa DSN MUI tentang murabahah dan wakalah bil ujroh dalam fintech Dana Syariah. LABATILA: Jurnal Ilmu Ekonomi Islam, 7(01), 27–40.
Fata, B. S. (2023). Kritik dan penolakan ulama Hanbali atas pemikiran teologi Ibnu Taimiyyah. AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 3(2), 161–178.
Firmansah, I., Abdullah, B., & Purba, A. R. (2026). Analisis yuridis perlindungan konsumen dalam produk gadai emas (rahn emas) pada Bank Syariah Indonesia Binjai: Perspektif hukum ekonomi syariah dan regulasi nasional. Izdihar: Jurnal Ekonomi Syariah, 6(01), 34–40.
Hanggara, D. T., Jalaludin, A., & Yaqin, A. (2022). Implementasi Fatwa Nomor 25/DSN-MUI/III/2002 dalam akad gadai emas. El Hisbah: Journal of Islamic Economic Law, 2(1).
Izza Alfia, N. (2021).Implementasi Fatwa DSN MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi berdasarkan prinsip syariah (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).
Kurdi, A. M., Latifah, J. A., & Lida, N. (2025). Masa tunggu bagi istri yang suami mafqud dalam pandangan Imam Syafi'i dalam Kitab Al-Umm dan Ibnu Qudamah dalam Kitab Al-Mughni. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1995–2005.
Maulana, H. (2011). Multiakad dalam transaksi syariah kontemporer pada lembaga keuangan syariah di Indonesia. Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 3(1).
Maulana, L. (2020). Penerapan konsep hybrid contract dalam pembiayaan rahn di Pegadaian Syari'ah. AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi Dan Bisnis Syariah, 2(1), 47–66.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Ono, I. B. (2023). Implementasi multi akad (hybrid contract) pada pembiayaan murabahah bank syariah. Mu'amalah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(2), 231–242.
Putra, S., & Syahputra, E. B. (2023). Analisa QS An-Nur Ayat 58 Tentang Larangan Anak Masuk Kedalam Kamar Orang Tua dalam Pandangan Para Mufassir. Jurnal Landraad, 2(1), 8-17.
Rachman, A., Zahara, A. C., Muizzudin, M., Suardi, D., Simatupang, A. D. R., & Azwar, M. (2025). Implementasi hybrid contract (multi akad) di perbankan syariah perspektif fikih muamalah. Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah, 8(1), 28–40.
Ramadania, S., Syafitri, W., Cahyana, S., Prasadila, T., Amin, N. A., Agustiana, S., & Iqbal, M. N. (2026). A review of Islamic law on the practice of ijarah muntahiyah bittamlik contracts in Islamic banking in Indonesia.Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen Indonesia (JEAMI), 4(03), 260–267.
Salsabila, K., Maharani, N., & Iqbal, M. N. (2025). The contract of mudharabah (qiradh) and musyarakah (syirkah) in fiqh muamalah. Jurnal Multidisiplin Sahombu, 5(01), 102–110.
Sjahdeini, S. R. (2018). Perbankan syariah: Produk-produk dan aspek-aspek hukumnya. Kencana.
Wahid, N. (2020).Multi akad dalam lembaga keuangan syariah.Deepublish